Dinkes Papua Barat Gandeng Media Massa Sukseskan BIAN Tahun 2022

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menggandeng media massa dalam mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022.

Hal ini diawali dalam pertemuan bersama sejumlah media massa, baik cetak, online maupun elektronik yang ada di Manokwari, Kamis (19/5/2022).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Papua Barat, dr Nurmawati mengemukan, peran serta media massa akan sangat membantu capainya target dan suksesnya BIAN Tahun 2022.

Pasalnya kata dr. Nurmawati bahwa BIAN ini sangat penting untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi dasar lengkap yang mengalami penurunan sejak pandemi COVID – 19 selama 2 tahun terakhir. Yakni dari 84,1 % pada tahun 2019 turun menjadi 66,4 % di tahun 2020 dan 60,4 % pada 2021. Tentunya penurunan IDL tersebut sangat berisiko terjadinya KLB ( Kejadian Luar Biasa ) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD31 ).

Pemberian imunisasi kepada anak saat pencanangan BIAN, Rabu (18/5/2022).

“Saat ini pemerintah berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi terkait COVID – 19 dengan menyelenggarakan BIAN di tahun 2022 ini. Karena itu kami sangat berharap dukungan media massa menginformasikan pentingnya BIAN untuk kesehatan dan sistem kekebalan tubuh anak-anak kita kedepan,” tutur dr. Nurmawati.

Dalam pelaksanaan BIAN dijelaskannya, terdapat 2 kegiatan utama yakni imunisasi tambahan dengan pemberian satu dosis imunisasi campak rubella yang diberikan kepada anak umur 9 bulan sampai 12 tahun ; dan kegiatan selanjutnya yakni imunisasi kejar dengan pemberian satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan kepada anak berusia 1-5 tahun untuk melengkapi status imunisasi yang belum lengkap ketika masih bayi atau berumur dibawah 1 tahun.

BIAN di Papua Barat akan dilaksanakan mulai Mei – Juni 2022 diseluruh wilayah Provinsi Papua Barat, dengan pelayanan imunisasi selama BIAN akan diberikan di Puskesmas, Posyandu, PAUD, TK/RA, dan SD/MI. Sehingga para orang tua dan pengasuh anak dapat membawa dan memastikan anaknya untuk mendapatkan imunisasi .

“Kita harapkan dukungan peran serta media massa, masyarakat terdukasi dengan baik,” ucap dr. Nurmawati. [kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: