Ditlantas Polda Papua Barat Tegakkan Hukum Bagi Pelanggar, Ini Tujuannya

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Papua Barat kembali menegakkan hukum bagi pelanggar lalu lintas. Penegakkan hukum ini salah satu upaya pendisiplinan terhadap masyarakat dalam berlalulintas.

Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, penegakkan hukum ini akan berlangsung selama 2 bulan kedepan.

“Sesuai arahan dan perintah bapak Kapolda, kita akan tegakkan hukum selama 2 bulan kedepan, bagi pelanggar lalu lintas,” ucapnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (9/8/2022).

Diungkapkan, penegakkan hukum ini, berlaku secara selektif yakni bagi pelanggaran yang tidak bisa ditolerir. Seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, gonceng tiga, dan tidak menggunakan safety belt.

Meski demikian, pihaknya tetap mengutamakan cara-cara yang humanis sehingga masyarakat teredukasi dan berdisiplin dalam mematuhi tertib berlalu lintas. Dan sejauh ini, kesadaran masyarakat belum terbangun dengan baik.

“Peneaggak hukum ini terkait pelanggaran yang kerap menjadi penyebab kecelakaan berlalu lintas. Untuk itu ini merupakan upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas, Karena semua diawali dengan pelanggaran,” tututmya.

“Dua bulan ini, kita tingkatkan intensitas penindakan dan sosialisasi di seluruh polres jajaran. Sejumlah pelanggaran tercatat mencapai ribuan dengan jenis yang bervariasi,” jelasnya.

Jumlah itu kata Raydian, menunjukan kesadaran masyarakat masih minim. Peran orang tua juga dinilai masih rendah, sebab hasil penindakan dilapangan menunjukan adanya pengendara yang merupakan anak dibawah umur.

“Dari hasil penindakan, ada anak dibawah umur yang juga kita tilang dan beri teguran. Disini bisa kita lihat peran pengawasan orang tua,” ungkapnya.

Dia lalu mengingatkan bahwa tujuan penegakan hukum itu adalah meningkatkan kedisiplinan, menurunkan angka kecelakaan lalulintas dan juga mensejahterakan masyarakat. Itu sebabnya, sosialisasi oleh jajaran juga ditingkatkan.

“Kalau banyak kecelakaan, bagaimana masyarakat kita mau sejahtera. Kita tidak akan bosan melakukan upaya-upaya pendisiplinan, karena semua akan kembali lagi kepada kepentingan pengendara itu sendiri,” tutup Raydian. [kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: