Kapolda Pabar dan Pangdam XVIII Kasuari Ajak Masyarakat Sadar Hukum

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, S.IK,M.Si dan Pangdan XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengajak masyarakat di wilayah hukumnya untuk sadar dan taat hukum.

Pernyataan ini disampaikan kedua jenderal bintang dua tersebut menyikapi berbagai prilaku meyimpang sebagian masyarakat yang berujung terjadinya tindak kejahatan.

Seperti kebiasaan mengkonsumsi minuman keras yang berujung terjadinya berbagai macam aksi kejahatan hingga merenggut nyawa seseorang.

“Salah satu akar masalah kriminalitas di Papua Barat (Pabar) adalah miras, karena orang-orang yang melakukan tindak kekerasan itu setelah dia minum (Miras),” kata Tornagogo, di hadapan puluhan awak media saat press release operasi pekat mansinam 2021 di Mapolda Pabar, Kamis (6/05/2021).

Kondisi ini, kata Sihombing, bukan tugas TNI-Polri saja namun tanggung jawab semua lapisan masyarakat, baik pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda.

Selain menyatakan komitmennya untuk memberantas peredaran miras, ia juga mengajak masyarakat sadar dan taat hukum.

Tak hanya itu, Tornagogo menyebutkan, masih banyaknya masyarakat yang dengan bebas membawa dan menyimpan senjata tajam serta senjata api dengan berbagai dalih. Dimana pada akhirnya senjata tersebut digunakan dalam melakukan tindakan kejahatan yang mengakibatkan adanya korban jiwa.

Barang bukti senjata tajam atau parang yang berhasil diamankan. (F-Kris Tanjung)

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mebawa senjata tajam dengan bebas. Kemudian yang masih menyimpan senjata api agar menyerahkan secara suka rela baik kepada TNI maupun Polri.

“Mahar itu tidak mesti dengan senjata tajam atau senjata api tapi bisa dengan barang lain, nah ini penting sekali untuk disadari oleh masyarakat dan ini terus kita imbau kepada seluruh masyarakat yang masih menyimpan senjata api agar menyerahkan ke TNI atau Polisi,” jelasnya.

“Mari kita membangun Pabar ini penuh kedamaian. Dan kita jamin bagi yang menyerahkan secara sukarela senjata api, tidak akan dilakukan pnindakan,” sambung Tornagogo.

Senada, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TINI I Nyoman Cantiasa, mengatakan bahwa kebiasaan mengkonsumsi miras, narkoba merupakan prilaku yang dapat menghancurkan generasi di Pabar.

Dan ia berharap ini menjadi perhatian semua lapisan masyarakat Pabar agar sadar dan taat hukum. “Ini tugas kita semua untuk melakukan pencegahan dengan mendorong kesadaran hukum. Tidak bisa TNI-Polri saja, mari kita samakan visi dan sinergika.

Pangdam XVIII Kasuari di dampingi Kapolda Papua Barat mengoperasikan alat berat untuk memusnahkan ribuan botol miras.
Pemusnahan barang bukti miras yang dipimpin langsung oleh Kapolda Pabar dan Pangdam XVIII Kasuari. (F-Kris Tanjung)

Dia menuturkan, Pabar ini sudah harus lebih maju dan tidak boleh terperangkap dengan konflik-konflik sosial.

“Mari kita sadarkan saudara-saudara kita, karena negara ini negara hukum. Tugas kami juga membantu masyarakat. Apabila ada oknum-oknum yang ikut terlibat (Memback-up) peredaran miras, tolong dilaporkan,” tegas I Nyoman Cantiasa.

Pihaknya, juga mengapresiasi kinerja Polda Papua Barat beserta jajarannya yang menunjukan komitmen dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya. [kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: