Kapolda Pabar Irjen Pol Tornagogo Tinjau Langsung Ke Pos Penyekatan PPKM Darurat

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.IK., M.Si didampingi Dirlantas, Kapolres Manokwari meninjau langsung pos penyekatan PPKM Darurat di simpang tiga ruas jalan Maruni, Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari, Selasa (13/7/2021).

Tornagogo mengatakan penyekatan PPKM darurat sejalan dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 02 tahun 2021.

“Jadi ada dua wilayah menerapkan PPKM darurat di Papua Barat (Pabar) yakni di Kota Sorong dan Manokwari,” kata Tornagogo.

Dikatakan, penyekatan PPKM Darurat dilaksanakan 12 Juli hingga 21 Juli 2021 mendatang. Untuk itu ia minta masyarakat di Pabar khususnya di Manokwari agar mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Selaku Kapolda Pabar, meninjau persiapan penyekatan tersebut sejauh mana persiapanya seperti apa. Pada intinya kita siap tegakkan aturan tersebut. Sehingga masyarakat di Manokwari taat terhadap aturan ditetapkan pemerintah,” akunya.

Kapolda Pabar Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.IK., M.Si didampingi Dirlantas, Kapolres Manokwari saat meninjau langsung pos penyekatan PPKM Darurat di simpang tiga ruas jalan Maruni, Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari, Selasa (13/7/2021). (Dok. Ist)

Ia melanjutkan, terkait PPKM tersebut memantau warga masuk di wilayah di Manokwari baik dari Bintuni, Manokwari Selatan, Pengunungan Afak, Maybart, Tambrauw hingga Kebar. Hingga,

perbatasan Manokwari dan Sorong.

“Ia minta, masyarakat di Paabar mematuhi aturan tersebut. Tak hanya itu perketat di jalur laut juga di Teluk Wondama, Fakfak. Kita perketat wilayah ini, sehingga masyarakat tertib,”ujarnya.

Ia sangat berharap kepada masyarakat agar bisa mematuhi ketentuan berlaku. Untuk masyarakat sektor esensial yang mendesak, contohnya keuangan perbankan dapat menunjukan kartu vaksin sekitar 50-100 %. Pelaksanaan kegiatan essensial dan kritikal boleh melewati pos penyekatan.

“Saya minta masyarakat taat dengan peraturan ini. Ini untuk menunjang PPKM berbasis dasa wisma,” tambahnya.

Ia menambahkan, dengan penerapan PPKM tersebut berjalan dengan menurunkan positif rate di Pabar.

“Kita pastikan warga tetap di rumah sehingga masyrakat sehat tidak tertular Covid 19. Saat ini semakin meningkat di Papua Barat,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Pabar Kombes Pol. Adam Erwindi, S.I.K.M.H lebih detail menjabarkan sektor yang diperbolehkan selama PPKM Darurat yakni sektor essensial dan kritikal.

“Sektor essensial meliputi media sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi perhotelan non penanganan karantina, industri orientasi ekspor sedangkan untuk sektor kritikal meliputi kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, makanan dan minuman serta penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional,” ucap Adam. [rls/kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: