Ketua Fraksi Otsus Sayangkan Aksi Anarkistis di Kampus UNIPA

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat, George Dedaida menyangkan tindakan anarkistis yang terjadi di dalam Kampus Universitas Papua (UNIPA), Rabu (21/7/2021) kemarin.

Buntut dari aksi ini, sejumlah fasilitas dan seorang staf pegawai terluka. Menurut George, tindakan tersebut tidak bisa ditolerir sehingga aparat harus bertindak tegas.

“Kampus itu, aset kita semua. Milik semua orang Papua. Disana, tempat orang-orang Papua menimba ilmu. Kalau dirusak, itu sama saja merusak masa depan anak-anak Papua yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar George, Kamis (22/7/2021).

George yang juga Alumni Fakultas Kehutanan Unipa ini, mengatakan sudah banyak pemimpin di Tanah Papua ini yang lahir dari Kampus UNIPA. Menurut dia, seharusnya itu menjadi kebanggaan dan terus dipertahankan.

“Bukan kemudian karena tidak suka dengan keputusan kampus, lalu fasilitasnya dirusak. Pegawai disana dianiaya. Saya sebagai alumni, sangat menyangkan hal itu. Bagaimana pun kami dan sejumlah pimpinan di Tanah Papua, hasil didikan kampus UNIPA. Sudah seharusnya kita jaga sama-sama. Karena bukan tidak mungkin, ke depan ada lagi pemimpin yang lahir dari sana (Unipa-red),” tegas George.

Mantan Presiden BEM UNIPA itu juga berharap ada keterbukaan dari kampus terkait sejumlah persoalan di dalam. Menurut dia, jika persoalan diselesaikan bersama-sama tentu akan mendapatkan solusi yang lebih baik dan bisa diterima semua pihak. “Rektor dan jajarannya, kalau bisa terbuka terhadap berbagai persoalan di dalam. Kalau mereka terbuka, kita bisa bantu mencarikan solusinya,” tambah Sekretaris LMA Papua Barat ini.

Sebelumnya, pada Senin hingga Rabu kemarin, terjadi aksi protes yang dilakukan sejumlah calon mahasiswa UNIPA. Protes ini merupakan buntut dari proses seleksi lokal yang dilakukan Unipa. Beberapa calon mahasiswa yang tidak diterima kemudian memblokade beberapa akses masuk ke kampus.

Tidak hanya itu, mereka juga merusak sejumlah fasilitas dan menganiaya seorang staf pegawai. Belum diketahui kondisi terakhir staf pegawai korban penganiayaan tersebut. Informasi yang didapat, Rektor UNIPA telah bersurat dan meminta aparat kepolisian turun tangan mengusut kejadian ini. [rls]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: