KTL Pro Resmi Beroperasi, Gubernur Dominggus Ingatkan Pejabatnya Taat Aturan & Ini Kata Kapolda Irjen Pol Tornagogo

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Program Pembentukan Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Tertib Protokol Kesehatan (KTL PRO) Mansinam, resmi dilaunching, Rabu (16/6/2021).

Pelaunchingan KTL PRO yang berlangsung di Kantor Samsat Manokwari tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat (Pabar) Dominggus Mandacan bersama Kapolda Pabar Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing S.I.K.,M.Si dan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) serta dihadiri secara virtual oleh sejumlah Forkopimda Provinsi-Kabupaten/Kota.

Program KTL PRO, secara serentak resmi diterapkan di Pabar, sebagai upaya penertiban lalu lintas yang dibangun untuk pembinaan sebuah kawasan yang tertib dan nyaman saat berlalulintas, termasuk penerapan protokol kesehatan.

Gubernur Pabar Dominggus Mandacan sangat mengapresiasi hadirnya program KTL PRO ini. Karena ini merupakan trobosan baru yang akan memberi efek positif baik dari keselamatan berlalu lintas maupun akan menambah pendapatan asli daerah melalui pajak kendaraan bermotor.

Namun selain itu, Dominggus mengajak masyarkat pada umumnya sekaligus mengingatkan para pajabat di lingkup pemerintahannya yang menggunakan kendaraan dinas agar taat aturan serta tertib berlalu lintas.

Kehadiran Program KTL PRO ini harus didukung oleh semua pihak karena ini mendorong terwujudnya daerah yang berdaya saing dan berkembang.

“Mari saya mengajak terutama kita pejabat-pejabat yang selama ini terobos-terobos lampu merah harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar taat dan tertib berlalu lintas,” ucap Dominggus.

Dan kata dia, terutama saat menggunakan kendaraan dinas (Randis) sebisa mungkin harus menaati aturan berlalu lintas.

“Karena mobil pelat merah (Randis) provinsi, kode huruf G terakhirnya semua orang tau. Kalau kita terobos semua orang tau pasti ini mobil (Dinas) dari provinsi. Untuk itu saya mengajak kita semua kita ikuti, taati peraturan lalun lintas supaya kita semua aman dan selamat terutama kita pejabat menjadi contoh dan panutan serta teladan,” tutur Dominggus.

Sementara Kapolda Pabar Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing S.I.K.,M.Si mengatakan bahwa lalu lintas merupakan estalase suatu bangsa. Maka perlu ada sinergi yang baik dalam menciptakan tata ruang dan lalu lintas yang tertib dan aman.

Kenapa memilih perempatan jalan Trikora Wosi Haji Bauw sebagai KTL PRO yang harus di tata, karena Kawasan ini merupakan pusat pertemuan arus lalu lintas dari dalam kota dan luar kota.

Kapolda Pabar Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing S.I.K.,M.Si. (Dok. Ist)

Selain itu, terdapat kawsan pusat kuliner dan kawsan pusat sosialiasi atau interaski sosial kemasyarakat yang memerlukan tertib berlalu lintas serta penataan ruang yang baik.

“Kita mulai di Haji Bauw di Manokwari dan selanjutnya menjadi contoh di wilayah-wilayah kabupaten/kota yang ada di pabar,” ujar Tornagogo.

Selain itu, kata Tornagogo dengan adanya KTL PRO yang dilengkapi oleh tehknologi electronic traffic law enforcement (ETLE) selain akan menambah peningkatan pendapatan daerah melalui pajak kendaraan, juga akan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Misalkan ada polisi yang berjaga langsung di haji bauw, dikwatirkan akan pilih kasih saat menindak pelanggar. Tapi dengan adanya alat ini, tidak bisa lagi. Nah inilah yang diharapkan masyarakat agar tidak ada aspek korupsi (Pungli) dalam penanganan tertib lalu luntas,” jelasnya.

Oleh karena itu, dengan diterapkannya KTL Pro, perlu didukung semua pihak dalam mewujudkan transparansi dan reformasi birokrasi.

“Nah kita sekarang ini sedang berusaha mengubah wajah lalu lintas kita termasuk aparat penegak hukumnya. Untuk itu kita harus dukung, kejaksaan juga sudah mendukung bahkan ketua MA (Mahkamah Agung) saat kita ketemu terkait ini sangat mendukung. Dan ternyata setelah diteliti sistim ini akan menghasilkan pajak yang luarbiasa,” ungkap Tornagogo.

Terakhir, Tornagogo mengapresiasi Pemerintah Provinsi Pabar dalam hal ini Gubernur Dominggus Mandacan yang memberikan dukungan hingga hadirnya penerapan KTL PRO di wilayah Pabar.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada bapak gubernur karena sudah mau menerima dan mau membantu sehingga terjadilah ETLE ini di Manokwari,” tambahnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Pabar, Kombes Pol Raydian Kakrosono menjelaskan, ada 10 kawasan KTL PRO di Pabar yang secara serentak resmi beroperasi.

1. KTL Jalan Trikora Wosi (perempatan lampu merah Sinar Suri-Hj. Bauw), Manokwari.
2. KTL Jalan Pattimura, kabupaten Fakfak 3. KTL Jalan Ahmad Yani, kabupaten Raja Ampat.
4. KTL Jalan Klamono Kilometer 18-20 Aimas, Kabuaten Sorong.
5. KTL Raisei, kabupaten Teluk Wondama. 6. KTL Kampung Lama Taman Kota, kabupaten Teluk Bintuni.
7. KTL Jalan Trikora, kabupaten Kaimana. 8. KTL Kota Sorong, Kota Sorong.
9. KTL Jalan Teminabuan,
10. KTL Kabupaten Sorong Selatan

Direktur Lalu Lintas Polda Pabar, Kombes Pol Raydian Kakrosono (Dok. Ist)

“Keluaran yang diharapkan dari program ini adalah menghasilkan pahlawan pelopor keselamatan berlalulintas, sekaligus memutus rantai penyebaran COVID-19,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Pabar, Kombes Raydian Kakrosono.

Sedangkan hasilnya diantaranya memacu kesadaran berlalulintas dan disiplin protokol kesehatan meski tanpa kehadiran petugas dijalan raya.

Program KTL PRO sendiri memprioritaskan beberapa pelanggaran, diantaranya melebihi kecepatan, ugal-ugalan, tidak mengenakan sabuk pengaman (Sabuk pengaman/roda 4) dan mengoperasikan HP saat berkendara.

KTL PRO Mansinam Papua Barat, digelar tiga bulan, dimulai tahap sosialisasi Juni-Juli, sosialisasi dan penindakan Juli-Agustus serta Sosialisasi-penindakan, pemberian reward KTL PRO terbaik.

Launching sekaligus peresmian Regional Traffic Management Center (RTMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat, di Manokwari. RTMC merupakan pusat kendali, koordinasi, komunikasi dan data lengkap rekam jejak elektronik, pusat di kantor Samsat Manokwari. RTMC dilengkapi aplikasi, diantaranya:

1. Sistem Closed-Circuit Television (CCTV).
2. Sistem Pemosisian Global (GPS).
3. Sistem Informasi Registrasi.
4. Sistem Informasi Laka & Langgar.
5. Sistem Informasi Sortir Pesan Layanan (SMS).
6. Layanan Informasi Publik/ Portal Web (E-NEWS).
7. Jaringan Komunikasi Digital (Internet). 8. Back Office Etle Pabar. [kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: