Kumpulkan Perusahaan EMKL, Satlantas Manokwari Ingatkan Bahaya Over Dimensi & Overload

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Satuan Lalu Lintas Polres Manokwari mengingatkan bahayanya Over Dimensi dan Overload bagi pengemudi kendaraan angkutan barang.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Manokwari Iptu Subhan S. Ohoimas, SH, di hadapan belasan perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) saat sosialisasi bahaya OverDimensi dan Overload, yang berlangsung di Kantor Satlantas Manokwari, sekira pukul 10.00 hingga 11.00 WIT, Rabu (9/02/202).

Iptu Subhan yang didampingi personilnya, Ipda Ismail, SH, Aipda Fadli Ohoimas, Aipda Khudri Hamid dan Bripka I Wayan dalam sosialisasi itu menekankan bagi pengusaha EMKL adalah dampak negatif yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor Overdimension dan Overload.

“Insfrastruktur jalan cepat rusak (Data secara ekonomi menyebutkan) laju kendaraan lain menjadi lambat, karena pengemudi lainnya harus menyesuaikan kecepatan dengan truk besar yang overload atauboverdimension,” kata Subhan.

Selanjutnya, kata Subhan, waktu tempuh perjalanan menjadi lama, sehingga boros bahan bakar minyak (BBM) dan polusi udara makin parah.

Dampak lain yang timbul lanjut Subhan, laju kendaraan lain akan melambat, karena pengemudi lainnya harus menyesuaikan kecepatan dengan truk besar yang overload atau overdimension.

“Overdimension dan overload (ODOL) akan berpengaruh besar pada tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan. Dan pengaruh secara teknisnya yang berujung pada insiden fatal pun beragam seperti underspeed, ban, maupun rem blong,” terang Subhan.

Secara rinci Subhan mengemukakan, bahwa fenomena terjadinya underspeed sendiri, bermula dari berat beban kendaraan truk, mempengaruhi performa mesin. Akibatnya kendaraan tidak bisa melaju pada batas kecepatan minimum pada ruas jalan, terutama pada kondisi dimana permukaan jalan atau kontur jalan menanjak di beberapa titik.

“Yang dimaksud dengan overdimension adalah suatu kondisi dimana dimensi pengangkut kendaraan tidak sesuai dengan standar produksi pabrik (Modifikasi),” jelasnya.

Disebutkan, bawah ada beberapa poin sanksi modifikasi yang melanggar kewajiban uji tipe. Yakni setiap orang memasukan kendaraan bermotor, kereta gandengan dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Seperti membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagai mana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00. Pasal 27 Undang-undang Nomor: 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.

Dijelaskannya, modifikasi yang diwajibkan uji tipe adalah modifikasi dimensi berupa pemanjangan atau pemendekan landasan (Chassis) dengan mengubah jarak sumbu konstruksi kendaraan bermotor.

Modifikasi mesin menggunakan merek dan tipe yang berbeda. Modifikasi daya angkut tanpa menambah sumbu bagian belakang, mengubah jarak dan material sumbu yang tidak sesuai dengan sumbu aslinya, dan ketidaksesuaian dengan daya dukung jalan yang dilalui.

“Seluruh peserta (Setelah, red) memahami isi materi dan harus melaksanakan sesuai penyampian materi dan mendukung gerakan zero (ODOL) di manokwari,” cetusnya.

Untuk Perusahaan EMKLnyang hadir dalam sosialisasi tersebut ungkap Subhan, yakni
1. PT.SIP
2. PT.Tb Logistik
3. PT.TUNAS PAPUA
4. PT.Inang Papua
5. PT.Bahatu Comamsaso
6. PT.Teluk Wondama
7. PT.Umega
8. PT.EMKL
9. PURA VEEM
10. PT.Teluk Doreri
11. PT.Karya Bumi
12. PT. Papua Sandir
13. PT. Baku Bahari
14. PT. Maspul Jaya
15. PT. Papua Baru Jaya [*]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: