Penyidik Polres Manokwari Akhirnya Tetapkan AM dan EM Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Penyidik Satreskrim Polres Manokwari akhirnya menetapkan AM (19) dan EM (16) sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang sempat menghebohkan Kota Manokwari 26 Februari 2022 lalu.

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom, S.I.K.,M.Si melalui Kasat Reskrim IPTU Arifal Utama, S.I.K.,M.H. mengatakan, penetapan tersangka ini setelah melalui rangkaian penyelidikan dan penyidikan serta keterangan saksi-saksi termasuk 4 saksi ahli.

“Dari hasil gelar perkara dan pengakuan AM serta ditambah keterangan saksi ahli, maka telah ditetapkan 2 tersangka kasus ujaran kebencian melanggar pasal 45a ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2019 Tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar inisialnya AM dan EM,” beber Arifal kepada wartawan Kamis (17/3/2022) malam.

Arifal mengatakan, bahwa kedua tersangka ini sebelumnya diperiksa sebagai saksi namun setelah didukung hasil keterangan 4 saksi ahli dan bukti-bukti yang ada, AM dan EM lah sebagai pelaku utama dalam pembuatan serta penyebar narasi ujaran kebencian tersebut.

“Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan sosial media. Karena bukan hanya pembuat tapi penyebar juga bisa dikenakan sangsi pidana,” pungkas Arifal.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa awalnya terduga terlapor ujaran kebencian yaitu pemilik akun facebook Echy Sernei alias ES berinsial MLH namun ternyata tidak benar.

Hal ini setelah pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi ditambah 4 saksi ahli, serta didukung barang bukti berupa 3 buah handpone yang selanjutnya barang bukti tersebut diperiksa di laboratorium foreksik di Jayapura, Papua.

Dari hasil pemeriksaan pertama diduga terlapor awal yaitu pemilik akun facebook Echy Sernei berinisial MLH. Namun secara log in di facebook tidak ditemukan pada tanggal 26 February 2022, sehingga dipastikan bahwa histori WA yang tersebar itu bukan ditulis oleh MLH dan juga tidak menggunggah karena terakhir log in pada Januari 2022.

“Dilakukan pemeriksaan terhadap barang bukti handpone lain milik saksi AM, secara laboratorius dengan menggunakan alat yang dapat dipertanggung jawabkan dari handpone AM ditemukan 1 akun Echy lain atau mirip dengan akun Echy Sernie maka dipastikan ada fake account yang meniru dari pada akun FB milik MLH,” beber Kapolres Herman Gultom saat itu.

“11Dapat dibuktikan bahwa pada tanggal 25 February 2022 akun tersebut dibuat oleh AM kemudian tanggall 26 February 2022 dini hari AM melakukan perubahan-perubahan biodata dengan meniru seperti akun Echy Sernie, tanggal 26 February 2022 dibuat history facebook lalu menscreenshot dari handponenya sendiri,” jelas Gultom.

Setelah AM menulis kata-kata ujaran kebencian terhadap salah satu suku di Manokwari tersebut selanjutnya menscreenshot dan menyampaikan kepada adiknya berisinial EM pemilik akun Instagram Enjelina199, dari akun inilah tersebar dugaan kasus ujaran kebencian itu. [Kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: