Polda Pabar Berhasil Tangkap Komplotan Penggasak Uang Nasabah Lintas Provinsi

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Tim Khusus Direktorat Reskrimum Polda Papua Barat berhasil menangkap komplotan spesialis penggasak uang nasabah lintas Porvinsi.

Komplotan yang melancarkan aksinya di Manokwari pada 7 Mei 2021 lalu di Jalan Trikora Wosi dan sempat menghebohkan lantaran aksinya terekam salah satau kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) ini berhasil dibekuk di Kota Makassar.

Direktur Reskrimum Polda Papua Barat (Pabar) Kombes Pol Ilham Saparona membeberkan, tersangka yang berjumlah empat orang dengan perannya masing-masing ini rupanya spesialis perampok uang nasabah lintas provinsi. Masing-masing A (44), S (44), B (42) dan I (30).

“Timsus kita dibantu unit jatanras Polrestabes Makassar berhasil menangkap para tersangka di rumahnya masing-masing,” ucap Ilham Saparona didampingi Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi di hadapan wartawan, Rabu (21/7/2021).

“Dari hasil penyidikan, bahkan ada di antaranya, residivis dalam kejahatan yang sama. A berperan memberi gambaran lokasi mulai dari Bank sampai ke titik tkp. Dan S bertindak mengambil uang korban saat korban lengah, B mengawasi situasi kemudian I mengalihkan situasi dengan berpura-pura memberitahu anak korban yang ada dalam mobil ban mobil kempes,” jelasnya.

Dari aksinya ini, kata Ilham Saparona, para tersangka berhasil menggasak uang korban senilai Rp 363 juta yang baru saja diambil dari salah satu bank di Manokwari. Setelah berhasil ditangkap di Makassar, polisi hanya berhasil mengamankan barang bukti uang senilai Rp 7.500.000,00 rupaih.

“Untuk barang bukti uang yang tersisa Rp 7.500.000,00 rupiah. Mereka membagi-bagi dan sebagian digunakan untuk kabur melalui sorong serta untuk berfoya-foya di hiburan malam,” cetusnya.

Barang bukti lain yang diamankan dari tangan tersangka, 1 unit hand phone merek Oppo warna putih, 1 unit hand phone merek Xiomi warna putih, 1 unit hand phone merek Xiomi warna putih, 1 unit hand phone merek Oppo warna hitam, 1 unit hand phone merek Huawei warna silver, 1 unit hand phone merek Samsung lipat warna putih, 1 unit hand phone merek Vivo, 1 unit hand phone merek LG, 1 unit hand phone merek Realmi warna hitam, 1 unit hand phone merek Nokia, 1 unit hand phone merek Oppo warna hitam, 1 unit hand phone merek Oppo warna hitam dan 3 buah Tas Slempang.

Dia mengatakan, penangkapan ini berhasil dilakukan saat kepala Timsus Dit Krimum Polda Pabar Iptu Abdul Rahman Sala, SH bersama Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah AMd Kep, SH., MH dan Opsnal Polsek Mamajang mendapat informasi bahwa salah satu diduga pelaku berada di Jalan Masale 2.

“Anggota langsung menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku Akbar. Selanjutnya anggota langsung melakukan pengembangan di beberapa lokasi diduga pelaku dan berhasil mengamankan Sudirman di Jalan Haji Kalla, kemudian menangkap Bayu Adrean alias Wawan di jalan Hartaco blok G. Terakhir menangkap Ibrahim di jalan Kelapa Tiga. Selanjutnya Pelaku dibawa dan diamankan ke Polrestabes Makassar untuk pemeriksaan sementara,” bebernya lagi.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 366 ayat 2 ke 4 ancaman minimal 7 tahun penjara,” pungkas Ilham Saparona.

Kabid Humas Polda Pabar Kombes Pol Adam Erwindi juga mengimbau kepada setiap masyarakat yang hendak mengambil uang dalam jumlah besar lebih waspada dan langsung menuju rumahnya atau kantornya yang dituju.

“Ini pelajaran buat kita semua agar lebih waspada jika ingin mengambil uang dengan jumlah besar. Sebaiknya setelah mengambil uang langsung pulang ke rumah atau tempat yang di tuju jangan singgah-singgah lagi,” imbau Adam.

Kasus ini bermula saat korban usai pencairan uang di Bank Papua Manokwari hendak kembali menggunakan mobil. Namun korban tampa sadar diikuti pelaku menggunakan motor. Pada saat mobil berhenti di depan salah satu toko hand phone di jalan baru Trikora Wosi pelaku mengambil tas berwarna hitam yang berisikan uang sebesar Rp. 363.302.200 (Tiga ratus enam puluh tiga juta tiga ratus dua ribu dua ratus rupiah). [kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: