Polda Papua Barat Berhasil Ungkap Pembuatan Surat Rapid Antigen ASPAL

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Polda Papua Barat mengunkap pembuatan surat rapid antigen asli alias palsu (ASPAL).

Dari pengungkapan ini, seorang lelaki berinisial R lelaki (24) yang diduga terlibat pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu ini turut diamankan.

Pelaku ditangkap polisi di JL. Yos Sudarso, Pasar Sanggeng, Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, sekitar jam 12.30 WIT, Jumat (2/7/2021).

Terduga pelaku ini ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya praktik pemalsuan surat rapid antigen. Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan satu buah laptop, satu buah printer, satu buah cap/stampel bulat warna hitam dan merah dengan cap yang bertuliskan laboratorium serta logo, 1 satu buah cap/stampel persegi panjang warna hitam dan merah dengan cap yang bertuliskan apotek & salah satu laboratorium di jalan rendani manokwari serta logo Ikatan Dokter Indonesia.

Dirreskrimum Polda Papua Barat (Pabar) Kombes Pol. Ilham Saparona, S.I.K., S.H membenarkan mengenai penangkapan R terkait pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu.

Salah satu barang bukti yang digunakan pelaku dalam pembuatan surat rapid antigen ASPAL. (Dok. Ist)

“Ya memang benar Tim Ditreskrimum Polda Pabar melakukan penangkapan kepada R terduga pelaku pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu, surat tersebut digunakan oleh pelaku perjalanan laut dari Kabupaten Manokwari dengan tujuan Teluk Wondama,” ucap Ilham.

Ilham menyebutkan, bahwa pelaku melakukan pemalsuan tersebut untuk mencari keuntungan dan biaya hidup sehari-hari.

“Pelaku melakukan pemalsuan dengan motif untuk mencari keuntungan dan biaya hidup sehari-hari. Dengan cara surat di scan kemudian diedit dengan menggunakan laptop dan kemudian dicap stempel salah satu laboratorium yang ada di jalan bandara rendani yang memang sudah dimiliki oleh pembuat dan tanda tangan surat ditanda tangan sendiri sama pelaku,” bebernya.

Kombes Pol Ilham menuturkan pelaku baru bekerja di salah satu jasa pengetikan dari bulan Mei 2021 dan sudah memalsukan kurang lebih 10 surat, sasaran surat antigen yang dipalsukan mengatas namakan salah satu laboratorium di jalan rendani.

“Pelaku sudah memalsukan kurang lebih 10 surat antigen. Untuk 1 surat dihargai 100 rb jadi kalo di total semenjak pelaku bekerja baru memalsukan kurang lebih 10 surat dengan total keuntungan yang sudah didapatkan pelaku kurang lebih 1 juta rupiah,” tutur Ilham.

Tersangka dijerat pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 268 Ayat (1) KUHP. Pelaku diancam hukuman maksimal 6 tahun.

Terkait kejadian tersebut Kabid Humas Polda Pabar Kombes Pol. Adam Erwindi, S.IK., MH, mengimbau masyarakat untuk tidak menempuh jalan pintas atau memalsukan surat rapid. Sebab, lanjuntnya, perbuatan tersebut bertentangan dengan aturan dan program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan melanggar tindak pidana.

“Imbauan kami, supaya masyarakat mengikuti aturan pemerintah soal protokol kesehatan jangan kita ambil jalan pintas. Inikan namaya kita tidak mendukung progam pemerintah terkait memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Adam. [rls/kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: