Polisi Diminta Dalami Asal Muasal Rangkaian Peristiwa di THM Double O

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPR Papua Barat mengingatkan Kapolda Papua Barat dan jajarannya yaitu Kapolres Kota Sorong agar objektive menangani perkara dalam peristiwa di Kota Sorong.

Anggota DPR Xaverius Kameubun menilai, penanganan perkara dalam peristiwa yang menelan 18 Korban di Kota Sorong Senin (24/1-2022) merupakan sebuah rangkaian peristiwa yang tidak bisa dipisahkan.

“Persoalan ini kan berakar pada insiden pemecahan gelas di tempat hiburan malam THM Doubel O pada Minggu malam,” kata Xaverius Kameubun, Kamis (3/1-2022)

Kemudian lebih lanjut, kata Kameubun dari dalam Doubel o munculah satu kelompok yang melakukan pengrusakan sekertariat milik kelompok lain.

“Dalam peristiwa pengrusakan sekertariat itu kan sudah ada laporan kepada Polisi waktu itu, berdasarkan informasi yang kami dapat,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima media ini.

Dia menambahkan, hal ini kemudian terjadi peristiwa pembacokan oleh kelompok yang melakukan pengrusakan terhadap sekertariat.

“Dari pembacokan inilah masa kelompok lain merasa tidak terima lalu melakukan aksi pembakaran gedung Doubel O yang menewaskan belasan orang,” kata Kameubun.

Dia menilai rangkaian peristiwa tersebut perlu di telah secara baik oleh Kepolisian dalam melakukan kerja penyelidikan. Jangan sampai proses penyelidikan yang dilakukan Polisi dianggap tidak memenuhi rasa keadilan oleh kelompok lain.

“Kami minta Kapolda dan jajarannya terutama Kapolres Sorong Kota agar objektiv dalam menangani perkara pidana dalam peristiwa itu,” kata Kameubun

Sebelumnya Tim gabungan Reskrimum Polda Papua Barat dan Polres Sorong Kota mulai bekerja cepat melakukan penyidikan terhadap tragedi pertikaian antar dua kelompok warga yang mengakibatkan Alm Khani Rumaf dibacok dan 17 orang terbakar di gedung THM Double O Sorong.

Direskrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol Novia Jaya merilis Rabu (2/2-2022) kemarin 13 tersangka pembakaran THM Double O masing-masing berinsial AA, FM, HW, KH, AAF, IR, JF, AR, RR, HT, E, OB dan ZM.

Sedangkan 10 tersangka yang masih berstatus DPO masing-masing berinirsial TT, HR, WL, NY, EV, YR, BK, IB, ML, dan SB.

“Data resmi akan segera kami rilis dalam waktu dekat, sedang kami siapkan,” jelas Direktur Reskrim Umum Polda Papua Barat Kombes Pol Novia Jaya saat konfrensi pers di Mapolres Sorong Kota, Rabu (2/2/2022).

soal perkembangan penyidik dugaan tindak pidana pembacokan almarhum Khani Rumaf yang merupakan akar persoalan sehingga terbakarnya THM Double O Sorong, Kombes Novia Jaya menjelaskan hanya dua tersangka masing-masing berinisial MTL alias M dan RT, sedangkan dua tersangka pembacokan yang masuk dalam daftar pencairian orang yaitu YR bersama Y.

Disinggung soal penerapan pasal yang disangkakan kepada tersangka MTL alias M dan RT yaitu 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, memiliki korelasi dengan video yang beredar di public, dimana sekelompok orang yang mengikat kain putih di kepala dan keluar dari rumah

“Terkait dengan penerapan pasal-pasal akan dipertimbangan dalam pengembangan penyidikan nanti dan kami akan berkoordinasi dengan pihak jaksa,” jelas Dirreskrimum Kombes Novia Jaya. [*]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: