Puluhan Supir Angkutan Mengadu ke DPRD Manokwari Tuding Ada Mafia BBM Subsidi di SPBU

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Puluhan Supir angkutan umum antar kabupaten mendatangi gedung DPRD Manokwari.

Para supir ini mengadukan adanya dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU di Manokwari.

Novti Tapilatu selaku koordinator aksi mengatakan, khsusunya para supir angkutan umum antar daerah kerap sulit mendapatkan BBM Subsidi dikarenakan stok yang tersedia selalu habis.

“Solar itu bisa saja (Kebagian) lancar kalau penimbunan ini tidak terjadi karena jatah ratusan liter yang diambil penimbun menyebabkan solar ini berkurang ke kendaraan lain. Itu berdampak kepada semua kendaraan yang punya hak menerima solar subsidi,” cetusnya.

Puluhan angkutan umum yang berjejer di depan pintu masuk DPRD Manokwari. (F-K)

“Di dalam (SPBU, red) itu ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ikut membackup. Dari jam 20.00 sampai jam 02.00 WIT dini hari saya melihat hanya mobil-mobil tap (Tangki Siluman) saja yang mengisi solar,” ungkap Novti.

Menurut Novti mewakili para supir, jikalau saja praktek penimbunan BBM Subsidi menggunakan tangki siluman ini tidak ada, maka semua angkutan umum akan terbagi secara merata. Namun faktanya trgas Novti ada dugaan permainan antara oknum SPBU dengan pelaku tangki siluman.

“Sebenarnya solar ini pasti lancar tapi di dalam ada permainan. Saya tadi malam foto (Oknum petugas lagi isi solar ke tangki siluman, red) itu, hampir kles. Sementara ada 4 mobil Hilux sudah selesai mengisi tapi mobil panter ini sampai 1 jam belum selesai mengisi dan terjadi setiap hari,” bebernya.

Dari pantauan para supir Hilux ungkap Novti, praktek pengisian ke tangki siluman terjadi setiap hari dengan daya tampung solar kisaran 200san liter.

Puluhan angkutan umum yang berjejer di depan Kantor DPRD Manokwari. (F-K)

“Nanti pagi (Tangki siluman, red) anteri paling depan dan siang paling belakang,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Manokwari, Norman Tambunan yang menemui para supir tersebut mengaku, akan segera merapatkan hal itu untuk memanggil seluruh pihak baik Pertamina, Instansi berwenang di daerah, TNI, Polri dan juga perwakilan Supir Hilux.

“Ini bukan pertama kali terjadi tapi sudah sering. Makanya harus ada aturan tetap yang dibuat pertamina agar persoalan yang menjadi dasar kelangkaan itu tidak terjadi lagi,” ucap Norman.

Norman juga menyebut bahwa, kuota BBM di Manokwari dan yang disuplai ke SPBU juga harus sesuai dengan volume kendaraan yang ada.

“Apakah kuota yang selama ini disalurkan mencukupi atau tidak. Apakah perlu ditambah atau diberikan kuota bbm bersubsidi juga ke SPBU di dataran Prafi. Sebab, di dataran Prafi juga mengisi BBM di SPBU yang ada di Manokwari,” ujarnya.

Usai menyamapikan aspirasi, puluhan supir truk membubarkan diri dan berharap 4 hari kedepan DPRD bisa menghasilkan solusi atas apa yang mereka keluhkan. [Kris]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: