Resmi Dilantik, BWI Manokwari Selatan Siap Sukseskan Pewakafan Nasional

MANSEL,Pabarsatu.com – BWI Perwakilan Manokwari Selatan masa jabatan 2022- 2025, resmi dilantik oleh Ketua Wilayah BWI Papua Barat DR. H. Mulyadi Djaya, di Gedung KUA Ransiki, Selasa (22/03/2022).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mansel, Naomi Baransano, S.Th dalam sambutannya menegaskan bahwa, BWI adalah lembaga independen dan kehadirannya bukan untuk mengambil alih Nadzir (Pengelolah Wakaf) namun untuk membina agar pengelolaan harta benda wakaf bermanfaat besar bagi masyarakat baik dalam pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur.

Naomi mengingatkan 3 hal penting tugas pengurus yang baru dilantik, pertama, Memberdayaan harta wakaf dengan melakukan penjagaan dan perbaikan untuk melindungi harta wakaf dari kerusakan dan kehancuran agar tetap memberikan manfaat sebagaimana maksud wakaf tersebut.

Kedua, melindungi hak-hak Wakaf dengan melakukan pembelaan atau advokat dalam menghadapi sengketa hukum atau penggusuran dan perampasan demi menjaga kelestarian dan kemanfaatan wakaf untuk kesejahteraan manusia. ketiga, menyalurkan hasil wakaf kepada yang berhak dan tidak menundanya kecuali dalam kondisi darurat yang dibenarkan Syariat.

“Hadirnya BWI diharapkan dapat berikan manfaat, dimana aset-aset umat dikembangkan secara produktif, bukan hanya terbatas pada Rumah Ibadah (Masjid-Mushallah) serta Kuburan saja, akan tetapi menjadi Wakaf Produktif yang kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh Mansyarakat secara luas di Manokwari Selatan (Mansel),” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Naomi mengajak, Kepala KUA yang juga selaku Pejabat Pencatat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dapat bekerjasama dengan BWI Mansel dalam menginventaris Aset-aset Wakaf umat dan menjadikan pemanfaatan wakaf mmat untuk masyarakat luas di Kabupaten Mansel.

Ketua BWI Papua Barat , Drs. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si dalam menyampaikan bahwa BWI menjadi sejarah baru di Papua Barat khususnya di Kabupaten Mansel. Setelah sebelumnya telah melantik BWI perwakilan di beberapa Kabupaten/kota di Papua Barat.

Mulyadi mengatakan, bahwa Wakaf identik dengan pemberian tanah untuk pendirian rumah ibadah semata.

Pelantikan BWI Kabupaten Mansel (Dok. Ist)

“Dulu Wakaf identik atau disebut sebagai TM3, Tanah Makam, Masjid dan Mushallah, padahal harta benda wakaf bukan hanya untuk melancarkan ibadah semata, tetapi masyarakat sekitar diharapkan dapat meningkat kesejahteraannya disebabkan Pengelolaah Harta benda wakaf secara Produktif oleh Nadzir (Pengelola Wakaf),” jelas Mulyadi.

Mulyadi mencontohkan Wakaf Produktif yang terus bergulir untuk hadirkan kemanfaat untuk Umat saat tadi menyempatkan diri singgah di Masjid besar Masjid Baitul Kautsar Distrik Oransbari.

“Tadi saya sempat mampir di Masjid Oransbari, saya lihat, kelihatannya tanah wakaf di masjid akan diproduktifkan, mungkin rumah makan, atau tempat singgah, atau toko dan lain-lain, itulah wakaf sesungguhnya, berkembag terus,” tutur Mulyadi.

Selanjutnya Mulyadi memperkenalkan logo BWI Burung Garuda, yang secara tersirat mengkhabarkan bahwa apresiasi dan dukungan negara tidak main-main terhadap lembaga ini. Semoga Wakaf akan menjadi pilar ekonomi selanjutnya di negara Indonesian.

“Oleh sebab itu didalam Undang-undang pasal 59 tahun 2004 biaya operasional BWI wajib dibantu oleh Pemerintah. Jadi (Pengurus) komunikasikan kepada Bupati untuk menyampaikan amanah Undang-undang tersebut,” ujarnya.

“Kami berharap, 3 lembaga, yakni Pemerintah Daerah, Kementerian Agama dan Masyarakat Publik dalam hal ini yang ada didalam BWI, sehingga tugas dan fungsi wakaf bisa berjalan dengan baik,” sambung Mulyadi.

Sementara itu, sambutan Bupati yang diwakili Oleh Asisten 1 Pemda Kabupaten Manokwari Drs. Adiri Mandowen, M.Si yang diawali dengan mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan pengurus BWI Perwakilan Mansel.

Pelantikan BWI Kabupaten Mansel (Dok. Ist)

“Dalam perjalan kehadiran Kabupaten Mansel dihari ini di usia ke 9 tahun memauski usia 10 tahun, kehadiran BWI Mansel, tercatat ikut hadir untuk memperkokoh dan memeperkuat daerah ini sebagai daerah otonom baru yang tentunya dijalankan sesuai dengan apa yang menjadi harapan dan manfaat BWI,”” tutur Mandowen.

katanya, di periode ke dua jabatan bupati yang hanya 3 tahun ini, adalah waktu yang tidak terlalu cukup untuk mengerjakan apa yang diharapkan dari kehadiran BWI.

lanjutnya, ada 3 kata kunci manfaat adanya BWI, yakni, pemberdayaan, perlindungan dan saluran.

“Amanah diatas hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. tentang penjelasan secara detail amanah yang diberikan, pengurus akan melihat dalam ketentuan yang mengatur ini. Karena diharapkan kehadiran BWI tidak hanya untuk umat islam, tetapi dampak sosialnya diharapkan ikut dirasakan masyarakat yang ada,” pinta dia.

“Sebagaimana logo organisasi ini, menggunakan logo Burung Garuda, tentu ini adalah pengakuan negara. Sehingga sekali lagi manfaat dari penjelasan ini dapat dirasakan oleh masyarakat Mansel keseluruhan,” harapnya.

Hadir dalam pelantikan BWI Perwakilan Mansel, anngota Muspida, Forkopimda, Dandim dan Kapolres dan ormas islam serta perwakilan pengurus masjid. Acara semakin meriah karena dihibur dengan lantunan Syair-syair Islami oleh Adik-adik Binaan Al Khairot dan Yayasan Mutiara Hitam.

Berikut Surat Keputusan nama-nama kepengurusan BWI Mansel masa jabatan 2022-2025. [*]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: