Tim Tabur Kejati Papua Barat Jemput Paksa Tersangka Eks Kadis Pertambangan Raja Ampat Di Yogyakarta

MANOKWARI,Pabarsatu.com – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sorong dibackup Tim Tabur Kejagung, berhasil menangkap tersangka PPT selaku mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat, sekira pukul 06.30 WIB, di Jalan Pondok Pesantren, Kanoman/Banjeng, RT. 01 RW 34, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (21/4/2022).

PPT masuk dijemput paksa setelah berstatus tersangka dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sorong dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2010, mangkir dari panggilan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol.,SH.,MH. Melalui Kasipenkum, Billy Wuisan menjelaskan, bahwa pada tahun 2010 Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat melaksanakan kegiatan Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah di Kabupaten Raja Ampat dengan dengan nilai proyek Rp. 6.500.000.000,- (Enam milyar lima ratus juta rupiah).

Dan tahun 2017 Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Jaringan Tegangan Listrik Rendah Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat TA 2010 dengan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print- 04/T.1.13/Fd/07/2017 tanggal 03 Juli 2017.

Tersangka PPT (Ke tiga dari kiri) saat dijemput paksa oleh Tim Tabur Kejati Papua Barat yang dipimpin Asisten Intelejen Rudi Hartono, SH., MH (Dok. Ist)

“Setelah dilakukan rangkaian Tindakan Penyelidikan, Tim Penyelidik menemukan adanya peristiwa pidana sehingga perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Jaringan Tegangan Listrik Rendah Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Raja Ampat TA 2010 dinaikkan statusnya menjadi Penyidikan dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print- 03/T.1.13/Fd.1/10/2018 tanggal 10 Oktober 2018 jo. Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print- 01/T.1.13/Fd.1/08/2017 tanggal 18 Agustus 2017,” ungkapnya.

“Surat penetapan tersangka Kejaksaan Negeri Sorong Nomor: KEP- 01/T.I.13/Fd.1/10/2018 tertanggal 10 Oktober 2018, dan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Nomor : Print- 613/R.2.11/Fd.1/04/2022 atas nama Tersangka PPT,” beber Billy.

Dikatakan, sebelumnya penyidik telah memanggil secara patut terhadap tersangka PPT namun tersangka tidak memenuhi dan mengindahkan panggilan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong.

“Oleh karena itu, tim gabungan yang dipimpin Asisten Intelejen Kejati Papua Barat Rudi Hartono, SH., MH dan Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong bekerja sama dengan Tim Tabur Kejagung, Kejati Yogyakarta dan Kejari Sorong melakukan upaya paksa terhadap tersangka PPT,” cetusnya.

“Melalui koordinasi dan negosiasi antara Tim Tabur dengan pihak tersangka dan keluarga, kemudian tersangka PPT diamankan ke Kantor Kejaksaan Tinggi Yogyakarta sambil menunggu persiapan untuk diberangkatkan ke Kota Sorong Provinsi Papua Barat dan selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Sorong untuk diproses hukum lebih lanjut,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum, dan pihaknya menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. [**]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: